Seorang blogger Mesir dianugerahi Knight International Journalisme Award karena berita kontroversial yang mampu membuka kebebasan pers di Mesir. Bahkan berita tersebut sempat membuatnya hampir dipenjara.
Penghargaan ini merupakan yang pertama kali dianugerahkan kepada seorang blogger. Selama ini keterkaitan blog dengan dunia jurnalisme masih dianggap sebuah kontroversi. Namun dengan dianugerahinya penghargaan ini kepada Wael Abbas, melalui pemberitaan dalam blognya, secara tidak langsung dunia jurnalisme mulai membuka mata atas eksistensi blog. Â
Berita kontroversial yang ditulis Abbas dalam blognya dianggap memberikan hawa segar lingkungan pers di Mesir.
"Knight Award merupakan penghargaan yang sangat prestisius dan dihormati di seluruh dunia, termasuk Mesir. Saya harap penghargaan ini mampu membangkitkan kesadaran pers di negara saya, khususnya blog," ujar Abbas seperti dilansir USINFO, Sabtu (17/11/2007).
Kebebasan pers di Mesir menjadi suatu hal yang sangat langka saat ini. Pada bulan Februari tahun ini seorang blogger berusia 22 tahun dijatuhi hukuman penjara empat tahun karena dianggap menghina agama Islam dan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Peristiwa tersebut, lanjut Abbas, telah menunjukkan bahwa blog telah mampu menampung memberitakan apa yang selama ini tidak pernah diekspos oleh media resmi. Bahkan kini blogger cukup kreatif menyertakan video atau foto dalam setiap postingannya untuk menguatkan fakta yang ada. Â
Knight Award diadakan setiap tahun oleh International Center for Journalist (ICFJ) untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang berjasa meningkatkan standarisasi jurnalisme di negara mereka. Bersama Abbas, warga negara Birma, May Thingyan Hein, juga dianugerahi penghargaan yang sama karena telah mempublikasikan informasi flu burung dan HIV/AIDS kepada masyarakata Birma.
Penghargaan ini merupakan yang pertama kali dianugerahkan kepada seorang blogger. Selama ini keterkaitan blog dengan dunia jurnalisme masih dianggap sebuah kontroversi. Namun dengan dianugerahinya penghargaan ini kepada Wael Abbas, melalui pemberitaan dalam blognya, secara tidak langsung dunia jurnalisme mulai membuka mata atas eksistensi blog. Â
Berita kontroversial yang ditulis Abbas dalam blognya dianggap memberikan hawa segar lingkungan pers di Mesir.
"Knight Award merupakan penghargaan yang sangat prestisius dan dihormati di seluruh dunia, termasuk Mesir. Saya harap penghargaan ini mampu membangkitkan kesadaran pers di negara saya, khususnya blog," ujar Abbas seperti dilansir USINFO, Sabtu (17/11/2007).
Kebebasan pers di Mesir menjadi suatu hal yang sangat langka saat ini. Pada bulan Februari tahun ini seorang blogger berusia 22 tahun dijatuhi hukuman penjara empat tahun karena dianggap menghina agama Islam dan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Peristiwa tersebut, lanjut Abbas, telah menunjukkan bahwa blog telah mampu menampung memberitakan apa yang selama ini tidak pernah diekspos oleh media resmi. Bahkan kini blogger cukup kreatif menyertakan video atau foto dalam setiap postingannya untuk menguatkan fakta yang ada. Â
Knight Award diadakan setiap tahun oleh International Center for Journalist (ICFJ) untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang berjasa meningkatkan standarisasi jurnalisme di negara mereka. Bersama Abbas, warga negara Birma, May Thingyan Hein, juga dianugerahi penghargaan yang sama karena telah mempublikasikan informasi flu burung dan HIV/AIDS kepada masyarakata Birma.
Nah, sekarang saatnya anda dengan Blog anda akan diantar menuju puncak kesuksesan. Salam hangat ksatria untuk Mahasiswa TKJ Cianjur
Label: Berita Teknologi
Sahabat TKJCianjur ada informasi terbaru bahwa Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi (Ristek) berinisiatif mendirikan Indonesia Go Open Source (IGOS) Center, di Bandung, Rabu, guna memperkenalkan pirantri lunak produk dalam negeri, Open Source(OSS).
Pendirian IGOS Center juga berkat kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Zamrud Technologi, Penajati, dan Klub Linux Bandung. Serta dukungan dari Be-Mall dan Majalah BISKOM.
Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Kementerian Negara Ristek, Kemal Prihatna, mengatakan di Jakarta, Rabu bahwa IGOS Center tersebut memiliki visi menjadi penyedia secara one stop service untuk produk dan jasa yang berbasis teknologi OSS.
"Targetnya sendiri untuk perbaikan daya saing bangsa secara sistemik dengan memanfaatkan pendekatan open inovation (OI)," katanya.
Ia mengatakan IGOS Center bertekad untuk menjadikan sebagai tempat inkubator bisnis yang meliputi center bisnis, representative office, showroom, tempat koordinasi dan kegiatan komunitas.
Selain itu, IGOS Center menempatkan sebagai layanan dukungan seputar teknologi piranti lunak OSS bagi masyarakat luas, perusahaan swasta dan lembaga pemerintah.
"Salah misi IGOS Center itu untuk membangun inovasi teknologi OSS yang berkelanjutan yang dapat memperbaiki daya saing nasional," katanya.
Ia mengatakan komunitas IGOS Center Bandung telah menghasilkan berbagai produk aplikasi yang mampu menjadi solusi persoalan bangsa terkni.
Salah satunya aplikasi e-Demokrasi yang mampu menyelesaikan proses dan tahapan pemilu dan pilkada secara murah, efektif, dan aman, serta adanya produk The Next Generation Counting dan Votting System, yang merupakan e-voting generasi terakhir.
Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Kementerian Negara Ristek, Kemal Prihatna, mengatakan di Jakarta, Rabu bahwa IGOS Center tersebut memiliki visi menjadi penyedia secara one stop service untuk produk dan jasa yang berbasis teknologi OSS.
"Targetnya sendiri untuk perbaikan daya saing bangsa secara sistemik dengan memanfaatkan pendekatan open inovation (OI)," katanya.
Ia mengatakan IGOS Center bertekad untuk menjadikan sebagai tempat inkubator bisnis yang meliputi center bisnis, representative office, showroom, tempat koordinasi dan kegiatan komunitas.
Selain itu, IGOS Center menempatkan sebagai layanan dukungan seputar teknologi piranti lunak OSS bagi masyarakat luas, perusahaan swasta dan lembaga pemerintah.
"Salah misi IGOS Center itu untuk membangun inovasi teknologi OSS yang berkelanjutan yang dapat memperbaiki daya saing nasional," katanya.
Ia mengatakan komunitas IGOS Center Bandung telah menghasilkan berbagai produk aplikasi yang mampu menjadi solusi persoalan bangsa terkni.
Salah satunya aplikasi e-Demokrasi yang mampu menyelesaikan proses dan tahapan pemilu dan pilkada secara murah, efektif, dan aman, serta adanya produk The Next Generation Counting dan Votting System, yang merupakan e-voting generasi terakhir.
"Produk tersebut berpeluang diujicobakan pada tempat pemungutan suara (TPS) khusus atau TPS di luar negeri pada Pemilu 2009 dan Pilkada 2008," katanya.
Label: Info TKJ
Langganan:
Postingan (Atom)