Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) pada 2008 akan membeli komputer dalam jumlah besar untuk disalurkan ke sekolah-sekolah di Indonesia. Dana yang dianggarkan bahkan mencapai Rp 1 triliun.

Kepala Pustekom Depdiknas Lilik Gani mengatakan, dari jumlah Rp 1 triliun tersebut, Rp 500 miliar di antaranya dianggarkan untuk SMA dan SMK sedangkan Rp 500 miliar sisanya untuk SMP.

“Dana tersebut digunakan untuk membuat pusat sumber belajar (PSB) atau semacam lab komputer di sekolah,” ujarnya, kepada beberapa wartawan di sela-sela acara ISODEL 2007 yang berlangsung di Hotel Kartika Plaza Discovery, Denpasar, Bali, Rabu (15/11/2007) .

Sementara untuk penyaluran, lanjut Lilik, akan dilakukan dengan strategi top down. Artinya untuk sekolah-sekolah yang siap akan menjadi prioritas untuk disalurkan perangkat ini. Sedangkan bagi sekolah yang jauh tertinggal akan dipersiapkan terlebih dahulu, mulai dari segi infrastruktur dan lainnya. Hal ini dilakukan agar komputer-komputer tersebut tidak mubazir.

“Misalnya untuk di Indonesia bagian Timur, kita tidak mungkin memberikan komputer kalau infrastruktur dan jaringannya tidak kita bangun. Sehingga biar tidak menjadi garbage (sampah-red) , makanya nanti ada Palapa Ring untuk penyediaan infrastruktur, ” jelasnya.

Program PSB ini sekaligus untuk mengejar target perbandingan antara jumlah komputer dengan jumlah penduduk Indonesia menjadi 1:20, sedangkan saat ini perbandingannya masih sebesar 1:50. “Untuk 1 set lab PSB diperkirakan bakal menghabiskan dana sekitar Rp 120 juta dengan memiliki 20 komputer di dalamnya,” imbuh Lilik.

Sementara itu dari data yang dimiliki Depdiknas, tercatat bahwa 70% SMK di Indonesia sudah memiliki laboratorium komputer sendiri, untuk SMA 30%, sedangkan SMP 20%. “Sedangkan untuk perguruan tinggi tidak dibantu karena mereka telah swasembada dan mandiri, namun untuk perguruan tinggi negeri semuanya sudah memiliki lab komputer,” tandasnya.

2 komentar:

  1. Anonim mengatakan...

    Alhamdulillah..... angin segar, mudah-mudahan dapat terealisasi...amin  

  2. Anonim mengatakan...

    Nah gitu dong tidak asal ngomong jadi pemerintah itu, kalau ginikan enak antara kata-kata dan realita nyambung , coba sejak dulu Indonesia ini gak akan bodoh ......  

Komentar


 

Didamel Ku Asep Moh. Muhsin | Persembahan dari Cianjur Blogger Community (CBC)